TRAGADE Competition: Mendigitalkan Permainan Tradisional NTB

TRAGADE Competition: Mendigitalkan Permainan Tradisional NTB

Permainan tradisional kian langka, dan lambat laun bisa punah. Padahal permainan tradisional merupakan bagian dari budaya, yang mengajarkan banyak nilai, gerak motorik, hingga kerja sama.
Untuk mempertahankan tradisi dan mengembangkan budaya, Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Barat (Dikbud NTB) menyelenggarakan lomba pembuatan gim permainan tradisional. Ini adalah lomba pertama dalam melestarikan permainan tradisional dengan mendigitalkan permainan tersebut.
Latar belakang perlombaan ini, karena maraknya gim berbasis online, seperti Dota, PUBG, Dota, Mobile Legends, hingga Counter Strike dengan tampilan animasi menarik dan mampu dimainkan dengan banyak orang dalam satu waktu.
Sebelum maraknya gim daring, anak-anak Indonesia akrab dengan permainan tradisional. Permainan itu memiliki keragaman dan nilai pendidikan karakter. Beberapa di antaranya petak umpet, bola bekel, gundu atau kelereng, lompat tali, egrang, benteng sodor atau sobak sodor, boi-boian, bentik atau gatrik, ular naga panjang, engklek dan masih banyak lagi yang lainnya.

Di NTB, terdapat beberapa permainan dan olah raga tradisional yang sama dengan daerah lain, namun memiliki sebutan sesuai bahasa lokal. Peresean di Lombok atau karachi di Sumbawa. Ada juga ntumbu tuta di Bima, berempuk di Sumbawa dan belanjakan di Lombok. Ketiganya merupakan olahraga atau permainan tradisional beradu kepala dan kaki.
Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud NTB Fairuzzabadi mengatakan kepada TEMPO, permainan tradisional ini mulai tidak tampak dalam keseharian anak. Permainan tradisional tersebut hanya tampak sebagai atraksi seremonial atau untuk menyambut wisatawan, "Lambat laun permainan tradisional akan hilang dari budaya Indonesia," katanya.
Karenanya, Fairuzzabadi menggagas perlunya strategi dan langkah nyata untuk mempertahankan permainan tradisional tersebut. Salah satunya dengan menyesuaikan perkembangan teknologi melalui Kompetisi Pengembang Permainan Tradisional atau Traditional Game Developer Competition, disingkat TRAGADE Competition.
Kompetisi ini dilaksanakan dalam kurun waktu lima bulan, Januari – Mei 2020, "Kami mencoba membuat kembali permainan tradisional ini tanpa memutus pengembangan teknologi," ujarnya.
Menurut Fairuzzabadi tidak semua berani melakukan atraksi permainan tersebut secara langsung di lapangan. Melalui teknologi tersebut, diharapkan mereka mampu mengasah kemampuannya beratraksi.
Berkat berbagai usaha melestarikan budaya tradisional, tahun 2019 lalu, NTB meraih peringkat kelima indeks kebudayaan nasional.
Ia mengutip Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bahwa penetrasi pengguna internet Indonesia tahun 2018 sebesar 64,8 persen dari total penduduk 264,16 juta atau 171,17 juta orang. Dari segmen umur, usia 15-19 tahun mempunyai penetrasi paling tinggi mencapai 91 persen.
Diketahui, milenial merupakan kelompok orang yang lahir pada awal tahun 1980-an hingga awal 2000-an. Usia milenial lainnya yang merajai posisi teratas yaitu usia 20-24 tahun dengan penetrasi 88,5 persen.
Kemudian kelompok umur 25-29 tahun dengan penetrasi 82,7 persen, kelompok umur 30-34 tahun dengan penetrasi 76,5 persen, dan kelompok umur 35-39 tahun dengan penetrasi 68,5 persen.
Data ini menunjukkan bahwa tingginya pengguna internet pada kelompok usia remaja, yang berada pada tingkat pendidikan SMA. Hal ini menjadi peluang dan sasaran yang efektif dalam pelaksanaan kegiatan kompetisi.
Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud NTB Fairuzzabadi mengatakan kepada TEMPO, permainan tradisional ini mulai tidak tampak dalam keseharian anak. Permainan tradisional tersebut hanya tampak sebagai atraksi seremonial atau untuk menyambut wisatawan, "Lambat laun permainan tradisional akan hilang dari budaya Indonesia," katanya.
Karenanya, Fairuzzabadi menggagas perlunya strategi dan langkah nyata untuk mempertahankan permainan tradisional tersebut. Salah satunya dengan menyesuaikan perkembangan teknologi melalui Kompetisi Pengembang Permainan Tradisional atau Traditional Game Developer Competition, disingkat TRAGADE Competition.

sumber : Humas