Kemendikbud: Tahun ini akan Bangun 11 Sekolah Luar Biasa

Kemendikbud: Tahun ini akan Bangun 11 Sekolah Luar Biasa

Jakarta, Kemendikbud --- Untuk memberikan layanan kepada anak-anak berkebutuhan khusus, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun ini akan membangun 11 Unit Sekolah Luar Biasa (SLB). Ini sebagai wujud perhatian pemerintah dalam percepatan dan perluasan akses untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

“Kita harus memastikan anak-anak berkebutuhan khusus ini dapat mengembangkan potensinya agar mereka berkembang, menjadi mandiri, dan dapat diterima oleh masyarakat. Oleh sebab itu Kemendikbud akan memberikan prioritas percepatan dan perluasan akses untuk anak-anak berkebutuhan khusus,” demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, pada acara pembukaan Futbolnet, dan Program Pendidikan Inklusif Melalui Olagraga, di SLB Negeri 1, Jakarta Selatan, Rabu (01/02/2017).

Mendikbud mengatakan dalam pengembangan pendidikan, para pelaku pendidikan harus memegang paradigma pendidikan yakni “Pendidikan untuk Semua” atau Education for All. Dengan paradigma ini, dalam melakukan pengembangan pendidikan tidak boleh ada diskriminasi antara regular dengan berkebutuhan khusus.  

Sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, Kemendikbud juga mengembangkan Sekolah Inklusi. “Melalui Sekolah Inklusi ini, anak-anak berkebutuhan khusus dapat bersekolah bersama-sama anak-anak regular lainnya. Dengan begitu anak-anak berkebutuhan khusus tidak ketergantungan bersekolah di SLB, dan mendorong kepada keluarga-keluarga agar menyekolahkan anak-anaknya di sekolah di daerahnya,” jelas Mendikbud.

“Pemerintah akan memberikan insentif bagi sekolah-sekolah regular inklusi ini, dan mendorong mereka untuk secara aktif mencari anak-anak berkebutuhan khusus di lingkungannya,” tutur Mendikbud.

Mendikbud optimis dengan adanya Sekolah Inklusi akan mendorong masyarakat untuk menerima anak-anak berkebutuhan khusus, sehingga anak-anak kita tersebut akan belajar untuk bergaul dengan masyarakat luas.

Pada kesempatan ini, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad menjelaskan dalam catatan dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik), saat ini sudah terdapat 31.724 Sekolah Inklusi yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Dengan rincian, jenjang SD sebanyak 23.195 sekolah, SMP sebanyak 5.660 sekolah dan jenjang SMA 2869 sekolah. “Dari jumlah sekolah tersebut, terdapat 159.002 anak berkebutuhan khusus sudah terlayani di Sekolah Inklusi,” jelas Dirjen Dikdasmen yang akrab disapa Hamid.

“Kami berharap melalui pengembangan-pengembangan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus melalui SLB dan Sekolah Inklusi dapat memberikan layanan terbaik bagi anak-anak kita tersebut, dan layanan pendidikan kita menjadi semakin baik kedepannya,” pungkas Hamid.

sumber : kemdikbud.go.id