MELESTARIKAN MOTIF TENUN DENGAN FASHION, TIM SMAN 1 SUMBAWA BESAR BERHASIL MERAIH JUARA 1 DALAM AJANG LOMBA FASHION SHOW

Melestarikan budaya atau menjadi trendy? Gebyar Budaya NTB 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi NTB dalam rangka memeriahkan HUT ke-67 NTB pada Kamis, 11 Desember 2025, berhasil memadukan kedua aspek tersebut dalam lomba fashion show. SMAN 1 Sumbawa Besar mengutus siswa dan siswi terbaiknya yakni Nafarel Maulana Baharuddin dan Putri Kirana Hermawan dengan bimbingan Ibu Dian Sukmawati, S.Pd. dan Ibu Sri Wahyuni, S.Pd. Tak hanya memadupadankan aspek fashion, kedua perwakilan SMAN 1 Sumbawa Besar berhasil meraih juara 1 dengan catwalk dan chemistry yang memukau para penonton dan dewan juri yang di Lapangan NTB Mall, Komplek Islamic Center.
Kemenangan ini tak didapat dengan instan, sebelumnya Nafarel dan Putri harus mengikuti seleksi dari beberapa siswa terpilih di Smanika, dengan memperlihatkan catwalk masing-masing Nafarel dan Kirana berhasil menjadi yang terbaik dan dipilih maju ke perlombaan. Tak luput pula pembinaan dari kedua guru hebat SMAN 1 Sumbawa Besar, Ibu Dian Sukmawati dan Ibu Sri Wahyuni, serta bantuan binaan dari alumni SMAN 1 Sumbawa Besar Arsy Zulhakim.
Selain fashion show, terdapat berbagai rangkaian kegiatan dan lomba seperti karnaval, festival tari, dan lainnya. Lomba ini diadakan untuk mengenalkan budaya yang berada di NTB terutama tenun. SMAN 1 Sumbawa Besar sendiri membawa konsep tenun motif Bintang Kesawir dengan perpaduan dua motif tenun disatukan dalam harmoni baru, diperkaya dengan perpaduan dusty pink yang lembut dan hijau yang hidup, yang melambangkan ketinggian, kedisiplinan, keagungan, dan cahaya. Warna-warni ini memberi kesan kontras yang modern, menghadirkan perspektif segar pada wastra tradisional. Sehingga terkesan trendy dan melestarikan budaya NTB melalui kain tenun. Gaya fashion yang dibawakan siswa Nafarel berupa dibawakan berupa jaket dusty pink dan abu-abu bermotif tenun dipadukan dengan baju crawneck putih dan celana berwarna senada, untuk siswi Kirana sendiri dengan gaya fashion yang mirip dan senada—perpaduan putih, abu-abu dan dusty pink—hanya dibedakan oleh pemakaian baju bermode puffy sleeve dan jilbab abu-abu serta rok putih yang memberikan kesan keanggunan, kemudian dipadupadankan dengan topi warna senada. Terlebih dibawakan dengan chemistry serta segi catwalk yang memukau dari kedua siswa-siswi berprestasi SMAN 1 Sumbawa Besar yang dapat menghidupkan motif tenun menjadi lebih menarik dan eye-catching.
Hal ini selaras dengan tujuan untuk memperkenalkan kepada generasi muda bahwa kain tenun tidak hanya dipakai dalam acara formal namun juga bisa dikenakan sebagai atribut sehari-hari dan semi-formal serta tetap mempertahankan kesan modern. Inovasi ini akan mendorong kain tenun agar dapat populer di kalangan generasi muda tetapi tetap memiliki aksen kebudayaan.
“kami berharap kegiatan ini dapat rutin dilakukan karena sangat menginspirasi dan meningkatkan perekonomian serta meningkatkan nilai guna para pengrajin tenun khususnya di Provinsi NTB. Sehingga, dapat menimbulkan rasa bangga dari pengrajin tersebut karena hasil karyanya dapat digunakan oleh khalayak umum.”
Kepala SMANN 1 Sumbawa Besar Ibu Ainun Asmawati, S.Pd., M.Pd. menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa bangga atas prestasi tersebut.












